Font Times New Roman di Ubuntu

Spread the love

Times New Roman merupakan font yang umumnya menjadi standar dalam penulisan dokumen di kalangan mahasiswa. Terutama untuk penulisan laporan seperti laporan skripsi, yang dituntut harus menggunakan font ini. Lalu, bagaimana untuk Ubuntu / Linux user yang notabene font ini tidak serta merta ada di built-in OS mereka?

Solusi yang mudah dilakukan adalah menginstall font tersebut yang mana bisa didapatkan dari download Internet atau menyalin file TTF dari OS Windows yang ada. Karena Saya merupakan user dual boot OS yaitu Ubuntu dan Windows, maka font tersebut dapat Saya ambil dari partisi Windows atau dikenal dengan drive C.

Pertama : Menyiapkan File TTF Font Times New Roman

Pada direktori Windows, umumnya font-font yang tersimpan berada di Windows\Fonts. Misalnya, jika partisi Windows pada letter drive C, maka alamat direktori lengkapnya adalah C:\Windows\Fonts.

Terdapat 4 file TTF untuk Times New Roman ini, yaitu normal, italic, bold dan bold-italic. Umumnya, file-file tersebut bernama “times.ttf”, “timesi.ttf”, “timesbd.ttf”, dan “timesbi.ttf”. Salin keempat file tersebut untuk dipindahkan ke direktori font di Ubuntu.

Folder Windows\Fonts yang sudah di filter dengan kata kunci “times”

Kedua : Memindahkan ke Directory Font di Ubuntu

Direktori yang menghimpun seluruh font di Ubuntu berada di alamat /usr/local/share/fonts. Boleh saja membuat direktori baru untuk menjadikan font yang akan diinstall lebih rapi. Apabila terdapat aplikasi office seperti wps, ada baiknya membuat direktori baru didalam /usr/local/share/fonts dengan nama wps-fonts atau sejenisnya.

Membuka direktori /usr/local/share/fonts:

cd /usr/local/share/fonts

Atau menggunakan nautilus / expolrer lain:

nautilus /usr/local/share/fonts
Contoh direktori di /usr/local/share/fonts, tambahkan folder wps-fonts untuk menghimpun font times new roman.

Kemudian simpan / paste keempat file font ttf pada tahapan sebelumnya ke dalam folder tersebut.

Jangan panik apabila menjumpai /usr/local/share/fonts berupa direktori kosong. Inti dari instalasi font di Ubuntu hanyalah menambahkan file ttf ke dalam direktori tersebut. Wajar bila kosong, karena secara default memang demikian.

Ketiga : Proses Instalasi dan Uji Coba

Secara otomatis setiap font yang berada di direktori /usr/local/share/fonts dan subfolder dari direktori tersebut akan dimuat oleh Ubuntu. Masalahnya, Ubuntu hanya melakukan loading sekali ketika awal booting. Artinya, dengan rebooting, font-font baru akan dimuat secara otomatis di booting selanjutnya.

Sebenarnya tidak harus melalui reboot untuk melakukan reloading font. Dapat dilakukan rebuilding cache font secara paksa dengan cara :

sudo fc-cache -fv

Ada cara lain yaitu dengan menggunakan aplikasi third party berbasis GUI. Setahu Saya, aplikasi tersebut dapat diinstall dengan mudah karena terdapat di repository bawaan Ubuntu.

sudo apt install font-manager

Pengujian apakah font Times New Roman berhasil ditambahkan, yaitu dengan menggunakan command :

fc-list | grep "nama fontnya"

Jika hasilnya menunjukan adanya path font ttf yang disebutkan, berarti font tersebut berhasil ditambahkan.

Cara lain adalah menggunakan aplikasi seperti WPS Office, Libre Office dan lain sebagainya. Apabila daftar font memperlihatkan nama font yang ditambahkan, berarti pemasangan font berhasil.

Kesimpulan

Memasang font di Ubuntu hanyalah meletakan file ttf di dalam direktori font milik Ubuntu. Tidak hanya font Times New Roman, namun font-font lain dapat dengan mudahnya ditambahkan. Menghilangkan font juga dapat dilakukan dengan cara menghapus file ttf didalam direktori font Ubuntu. Kemudian dilakukan rebuilding cache font melalui command line apabila tidak ingin melakukan proses rebooting untuk melihat hasilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *